PDA

View Full Version : Story of My Life



Shinchan_
20-12-2016, 12:10 AM
Permisi om dan tante.
Mohon izin untuk bikin thread corat-coret aku disini ya.
Thread ini aku buat untuk dijadiin diary.

Shinchan_
20-12-2016, 01:49 AM
Pagi ini aku dibangunin sama pembantu. Jarang2 pembantu bangunin aku. Dia bilang mertua kakak aku nyuruh aku turun ke bawah. Kamarku memang di lantai 3.
Tumben.. Kataku dalam hati. Nggak biasanya mertua kakakku begini.
Dengan setengah sadar dan kepala yang sakit, aku turun ke bawah. Belum sampai ke bawah, aku udah bisa denger mertua kakakku ngomel2 di bawah.
Ternyata ada orang dari kartu kredit bank M*** yang menelpon dengan kata2 rasis dan kasar serta mengancam akan datang ke rumah untuk menyita barang2 yang ada di rumah karena kakak aku belum membayar tagihan kartu kredit.
Setelah mertua kakak aku ceritain ttg apa aja yang orang itu bilang sih memang udah kelewatan ini orang.
Dari raut wajah mertua kakakku, terlihat jelas beliau emosi berat. Aku cuma bisa bilang "udah..gpp. orang itu ga bakalan berani macem2. tenang aja..".
Beberapa menit kemudian, aku kembali ke kamarku. Rasanya aku masih berat meninggalkan tempat tidurku karena semalam aku bergadang menonton film yang aku download dari forum ini. Judulnya "Soul Surfer".


Soul Surfer (2011)
Film ini merupakan sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata di Hawaii.
Bethany adalah anak perempuan dari sepasang suami istri yang sama-sama merupakan peselancar.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah ini berlaku untuk Bethany. Semenjak kecil, dia sudah mencintai surfing.
Dia punya sohib karib yang bernama Alana, yang mempunyai hobi yang sama dan selalu bersama dengan Bethany untuk berselancar.
Akan tetapi, di suatu hari, ketika sedang menghabiskan waktu untuk berselancar dengan keluarga Alana, Bethany mengalami kemalangan yang membuat Bethany menjadi cacat.
Disinilah ceritanya dimulai. Kejadian ini mengakibatkan perubahan besar dalam hidup Bethany.
Dengan keterbatasan dirinya, Bethany harus belajar dari awal untuk menjalani hidupnya kembali.
Tapi Bethany tidak patah semangat. Bethany benar-benar tidak mau menyerah dengan keadaaan yang ada.

Film ini sarat dengan pesan positif tentang menjalani hidup yang tidaklah mudah.
Kesan saya dalam film ini adalah 'Life is a b*tch, so learn how to f*ck it'.
Di dalam film ini juga kita disajikan keindahan pemandangan alam Hawaii yang sangat terkenal itu.
Walaupun ini adalah sebuah cerita yang 'kuat', tapi sayangnya tidak diimbangi dengan akting yang kuat dari para pemerannya.
Saya merasa cast-nya tidak dapat menyampaikan pesan dengan baik dari adegan-adegan yang ada ke penonton.
Maksud saya, dengan sebuah kisah nyata yang inspiratif seperti ini, seharusnya film ini bisa dibuat dengan lebih 'wah' lagi.
Tapi film ini masih sangat layak untuk ditonton.
Rate pribadi : 7/10

Setelah berbaring selama 10 menit, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual di pagi hari. Yaitu menuntaskan panggilan alam dengan ditemani oleh sebatang rokok dan hape androidku.
Selesai ritual, aku pergi ke bank untuk mengurus kiriman uang untuk keponakan aku yang kuliah di San Fransisco, USA.
Kebetulan kakak aku dan 2 orang keponakan aku lainnya juga sedang berlibur disana. Jadi kiriman uang kali ini 2x lipat lebih banyak dari biasanya.
Aku memang selalu ditugaskan oleh abang iparku (sekaligus boss aku) untuk mengurus pengiriman dana.
Walaupun masa sekarang yang sungguh sangat sulit, tapi tetap saja gaya hidup mereka selalu tinggi. Sesuatu yang tidak cocok dengan hatiku.

Setelah selesai mengurus pengiriman uang, aku ditelpon abang ipar aku yang sekarang sedang berlibur di China.
Dia ngomel2 bilang aplikasi pengiriman uang yang barusan aku lakukan itu ada yang salah. Dia bersikeras mengatakan kalo aku salah.
Perdebatan yang tidak penting pun terjadi. Sesuatu yang dia nikmati dan tak pernah aku sukai.
Pemotongan saldo sudah benar. Pengiriman uang ke US dan penarikan uang tunai yang dilakukan sudah sesuai dengan pemotongan saldo.
Jadi apa yang salah? Sampai aku kembali ke bank untuk menanyakan soal hal ini dan teller bank nya mengatakan tidak ada yang salah.
Tetap saja abang iparku anggap itu salah. Sepertinya semalam dia kalah judi bola. Hmm..

Sesampainya aku di rumah, aku langsung menyantap makan siang dan kemudian kembali ke kamar tercintaku.
Yah, saya free sampai awal tahun depan. Tidak ada kerjaan lain lagi. Paling cuma kontrol jalannya perusahaan via telepon aja.
Siang ini saya isi dengan menonton film kembali. Masih dari hasil download dari forum ini. Kali ini judulnya 'Marley & Me'.



Marley & Me (2008)
Film ini dibintangi oleh 'The Gorgeus MILF' Jennifer Aniston dan 'Si Hidung Miring' Owen Wilson.
Film ini diadaptasi dari sebuah buku berjudul sama yang ditulis oleh John Grogan, yang diperankan oleh Owen Wilson.
John Grogan menikahi Jenny, kekasihnya dan mereka berdua bekerja untuk di dalam surat kabar yang berbeda.
John merupakan seorang reporter dan Jenny adalah kolumnis.
Dan kemudian mereka memutuskan untuk memelihara seekor anjing yang bernama Marley.
Marley adalah seekor anjing berjenis labradoodle (nama jenis anjing yang diciptakan dalam film ini).
Marley bukan seekor anjing yang biasa pada umumnya. Dia bukan anjing yang penurut dan seringkali menjengkelkan.
Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan rasa sayang John dan Jenny terhadap Marley.
Marley merupakan anggota keluarga pertama dari keluarga yang sedang dibangun oleh John dan Jenny.
Dan kemudian seiring berjalannya waktu, Marley adalah saksi hidup terbentuknya rumah tangga yang dibina oleh John dan Jenny.

Ini sebuah film yang manis dan pasti akan sangat disukai oleh pecinta anjing. (Nb. Anjing sungguhan. Bukan pria-pria yang kelakuannya seperti anj*ng.)
Selain tentang Marley, drama ini juga menceritakan bagaimana jalannya kehidupan sebuah rumah tangga.
Film ini juga mengajarkan bagaimana caranya untuk membina rumah tangga yang baik.
Sebuah adegan dimana Jenny yang exhausted dan kehabisan kesabaran, ditanggapi dengan kepala dingin oleh John, membuat aku berpikir "Apakah nanti setelah berumah-tangga, aku bisa bersikap seperti John?". Kemudian setelah itu, Jenny menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada John. Membuat aku berpikir kembali, "Apakah aku bisa mendapatkan seorang wanita seperti ini?".
Marley & Me sangat cocok disaksikan di saat-saat suasana liburan yang sudah dekat ini.
Film ini bisa membuat anda melupakan semua beban-beban pikiran kita untuk sejenak.
Joke-joke segar dan tingkah Marley yang menggemaskan bisa membuat kita menyunggingkan bibir kita.
Rate pribadi : 7,5/10

Setelah selesai menonton, aku mendapat telepon dari orang kepercayaan aku di perusahaan.
Berbicara sekian menit, badanku terasa aneh. Tiba-tiba keringat dingin muncul walaupun saya sedang di ruangan ber-AC yang cukup dingin.
Sepertinya aku kelelahan karena sudah beberapa hari ini aku kurang tidur.
Tapi di saat aku ingin tidur, selalu saja ada telepon yang masuk. Mulai dari abang iparku yang mengutus bodyguard dia yang berasal dari Flores untuk mencari orang dari Bank M*** yang telah memaki dan mengancam mamanya, bodyguard yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan melaporkan hasil pekerjaannya, dan temen baik aku yang mengajak ngemil sore. Alhasil 1 jam kemudian baru saya bisa tertidur sampai jam 8 malam.

Bangun dari tidur petangku, aku langsung mandi dan pergi mencari makan malam.
Sembari menikmati makan malam, aku mencoba untuk menghubungi seorang gadis yang sedang aku taksir.
Sudah semenjak Jumat yang lalu dia tidak membalas chat dari aku. Pikiranku pun terbang melayang dan menghasilkan pertanyaan yg tak terjawab dari kemarin.
Apakah dia sudah punya gebetan?
Apakah dia mau menjauhi aku?
Apakah dia sama sekali tidak tertarik denganku?
Tidak.. Aku harus berhenti memikirkan itu. Aku harus membuktikan kalau aku bukan lelaki yang sekedar numpang lewat dalam hidupnya seperti laki2 yang selama ini pernah dekat dengannya.

Semenjak aku putus dari mantan yang berpacaran selama 5 tahun denganku, baru kali ini aku merasa jatuh hati lagi.
Sebelumnya, aku cuman dekat dengan beberapa wanita dan setelah mereka baper, sayapun menghilang.
Bukan karena sengaja mau bikin mereka baper. Tapi karena aku tidak merasakan suatu getaran yang bisa membuatku yakin untuk melanjutkan hubungan.

Back to topic.
Ternyata kali ini dia membalas chat aku. Aku takkan sia-siakan kesempatan ini. Aku langsung mengarahkan topik ke sesuatu yg berhubungan dengan pekerjaannya.
Singkat cerita, kami mengobrol panjang selama 1 1/2 jam dan hari ini saya tutup dengan menulis post ini.


Good Night, everyone..

vitarocky
20-12-2016, 11:52 AM
Ini Alez yah? \geno6

dopost gan \mu15

Shinchan_
20-12-2016, 01:18 PM
Ini Alez yah? \geno6

dopost gan \mu15

maksudnya sis? :?:
tolong di delete aja dopost nya sis. :)

Shinchan_
03-01-2017, 05:28 AM
Bagaimana bisa aku jatuh hati padanya?
Dia tidak lebih cantik dari sang mantan.
Dan juga aku belum pernah bertemu langsung dengannya.
Kenapa aku memikirkan dia hampir setiap saat?
Kenapa aku bisa memikirkan orang yang belum pernah kutatap matanya?

Apakah ini hanya ego sesaat atau memang benar cinta?
Apakah ini sebuah hukuman yang bernama karma?
Tuhan, jika dia adalah jodohku, mohon beri aku jalan.
Jika bukan, tolong beri aku jawaban.



November 2016
Hari itu, aku berangkat ke Medan.
Sebuah kota yang sangat aku kenal karena aku menghabiskan waktu 4 tahun untuk menambah beberapa huruf di nama lengkapku.
Terakhir kali aku datang ke kota ini adalah 4 bulan yang lalu.
Ketika aku membawa mama aku medical check-up ke Penang.
Ya, mama aku masih tinggal di kampung halamanku yang berjarak 2-3 jam dari Medan.

Aku pergi ke Medan bersama boss aku untuk mengurus berbagai macam urusan yang seperti tidak ada habisnya.
Urusan yang seperti tidak akan ada hasil yang baik.
Sore itu kami mendarat di bandara Kualanamu.
Disana teman lawas si boss sudah menunggu kami di parkiran. Tidak ada yang spesial hari ini.
Karena kami sengaja untuk bermalam di Medan supaya kami tidak dikejar-kejar waktu untuk jadwal padat pada keesokan harinya.
Sesampainya di sebuah kamar hotel bintang lima di pusat kota medan, aku rebahkan badanku ke tempat tidur.
Setelah beristirahat selama 2 jam, aku bangkit dari tempat tidur, mandi kemudian pergi ke tempat kakakku berjualan.
Nothing's special memang hari ini.

Keesokan harinya, kami benar-benar sibuk hingga malam hari.
Sampai-sampai aku harus membatalkan janjiku dengan seorang gadis asal Medan yang ingin berjumpa denganku.
Gadis ini berumur 24 tahun. Wajahnya berbentuk oval, berkulit putih, bermata sipit, langsing, tingginya sebahu aku.
Aku berkenalan dengannya di sebuah aplikasi pesan instan.
Aku pernah 2x bertemu dengannya dan aku merasa gadis ini lumayan agresif.
Tidak heran jika dia langsung mencariku ketika sebuah akun media sosialku menunjukkan aku sedang berada di Medan.
Sebenarnya aku tidak menaruh hati padanya. Tapi aku melihat kegigihan dia untuk mendekatiku yang membuatku sedikit luluh. Atau bisa juga dikatakan sisi kucing garongku menggeliat karena melihat seekor ikan.
Bagaimana sisi nakalku tidak muncul ketika membaca sebuah pesan masuk yang berisi 'kenapa kamu tidak datang waktu weekend? kalo weekend kan aku bisa numpang nginap sama kamu di hotel X. aku belum pernah cobain kamar disana.'

Keesokan harinya lagi adalah waktunya untuk kembali ke Jakarta.
Di saat menunaikan ritual pagiku, aku iseng membuka aplikasi kencan yang bernama Tinde*.
Lumayan.. Ada beberapa kali swipe right yang menjadi match.
Tapi aku tertegun sejenak saat aku melihat sebuah nama yang aku kenal.
Sebuah nama dari seseorang yang pernah aku hubungi untuk keperluan bisnis di 3 tahun yang lalu.
Sebut saja namanya Bella. Bella ada seorang gadis berumur 26 tahun yang sudah menjalankan bisnisnya sejak dia masih duduk di bangku kuliah.
Aku pernah menghubungi dia di saat aku butuh sesuatu untuk memenuhi permintaan si boss.
Walaupun tidak sampai terjadi transaksi, tapi pada saat itu aku lumayan terkesan dengan Bella.
Saat itu di medan, bidang itu belum eksis di dunia maya, tapi dia sudah menjalankannya di dunia maya.
Tanpa pikir panjang lagi, aku swipe-right dan ternyata MATCH.
Dari mulai hari itu aku berkomunikasi dengannya.
Ternyata bisnis dia yang dulunya hanya sebatas online shop, telah berubah menjadi sebuah toko dan berkembang hingga bisa memproduksi produk sendiri.
Kemudian aku mengetahui bahwa dia adalah sahabat karib dari teman se-genk aku dulu di masa kuliah. Dia juga terang-terangan mengatakan dia ada menanyakan tentangku ke temanku ini.

Selama beberapa hari berkomunikasi intens dengan Bella, aku merasa ada sesuatu di hati yang mengatakan 'inilah wanita yang kudambakan sejak dulu.'.
Untuk pertama kalinya sejak berpisah dengan mantanku, aku bisa merasakan sebuah getaran di dalam hati.

Aku punya kebiasaan untuk menceritakan jika ada gadis yang sedang dekat denganku kepada seorang sahabatku dari masa kecil.
Sebut saja namanya Dika. Kami sangat dekat dari sejak SD. Dan malah istrinya adalah wanita yang kukenalkan padanya.
Jika biasanya yang kusampaikan adalah cerita-cerita 'kenakalanku', kali ini aku sampaikan yang berbeda dari biasanya.
"Kalo dia mau, aku nikahin dia!"
"Kau mau tobat?? Kau siap? Dunia malam? Alkohol? Cewek? Gimana?"
Memang semenjak aku putus dengan mantanku, kehidupanku seperti tidak terkontrol. Seperti burung yang lepas dari sangkarnya.
"Iya. Dunia malam, alkohol apalagi cewek. Gak akan kusentuh lagi. Kecuali khilaf. Hehehe.", jawabku.
Ya, aku ingin berhenti dari kehidupan hedon ini.
Aku ingin mempantaskan diriku untuk Bella.

Akan tetapi, seiring dengan keseriusanku, makin hari aku semakin bodoh.
Aku sering tidak tahu apa yang harus aku lakukan maupun ucapkan untuk mendekati Bella.
Aku menjadi sering salah tingkah.
Berbanding lurus dengan kebodohan ini, Bella pun semakin hari semakin jauh.
Dika pun sampai terheran-heran. "Kok kau jadi bego kek gini? Dalam 1 1/2 taun ini udah aku liat kalo sama cewek, mulut kau ini berbisa kayak ular king kobra. Tapi kau sabarlah. Bella ini memang bukan cewek sembarangan. Kau harus tahan tarik panjang untuk dekatin dia.".

Ya Tuhan, mohon berikan yang terbaik untukku..

Shinchan_
04-01-2017, 07:01 PM
Aku pernah memancing dia untuk ketemuan dengannya jika suatu hari nanti aku berada di Medan.
Diawali dengan percakapan tentang keluar hangout di malam hari.
Me : kamu kayaknya jarang keluar rumah ya? anak rumahan dong ya?
She : kalo ga ada apa2 ya di rumah aja tapi aku bukan orang rumahan juga sih.
yang jelas aku ga pernah sembarangan keluar or going out with strangers
Me : berarti aku no chance dong utk ajak kamu meet up? :( hahaha
She : no meet up lah. just I know u, u know me. be friends like that is okay.

Hmm.. Berarti gadis ini memang benar seperti perkiraanku. Tidak pernah sembarangan.

Akhir2 ini aku agak mengurangi intensitas komunikasiku dengan dia.
Hal ini dipicu oleh sikap dia yang kadang tidak membalas sapaan aku.
Kalaupun dibalas juga kadang butuh waktu 1 jam untuk mendapat balasan darinya.
Aku merasa ini adalah tanda jika dia tidak tertarik denganku ataupun dia sudah memiliki gebetan.
Tapi aku tidak menyerah begitu saja. Gadis ini pantas untuk diperjuangkan.
Sedikitnya seminggu 1-2 kali, aku mengajaknya mengobrol di Line.
Walaupun kadang balasnya lama, tapi setidaknya bukan balasan one liner.

Karena aku merasa harus bertindak lebih lagi untuk mendekatinya, aku berencana untuk memberikan hadiah di hari valentine.
Aku ingin membelikan jam tangan untuknya. Bukan jam tangan yang goban sebiji tentunya.
Aku pun menghubungi temanku yang merupakan sahabat dia.
Dia menyarankan agar bertemu terlebih dahulu dengannya. Jika sudah merasa saling klop, baru berikan hadiah pada Bella.
Tapi seperti yang aku ceritakan di atas, dengan statement dia yang begitu ditambah posisiku yang berada jauh darinya, sepertinya mustahil untuk bisa melakukan pendekatan dengan Bella sampai tahap saling suka dengan waktu yang singkat.
Aku putuskan untuk tetap membeli hadiah untuk Bella. Dan lagi2 temanku mengingatkanku, "kalo belum dekat, nanti dia ga mau terima loh hadiah dari kamu. dia bisa seperti itu orangnya.". Aku pun memutar otak untuk mencari cara agar hadiahku tidak ditolak. Dan aku keukeuh untuk beliin hadiah untuk dia.
http://i.imgur.com/jGB6mgp.jpg


The Master Plan
Aku akan mengirimkan hadiah valentine ini di tanggal 12 Februari melalui JN*.
Aku tidak akan menuliskan namaku di kolom pengirim. Aku akan menuliskan "From : Your Secret Admirer".
Di dalam paket itu akan kuselipkan sepucuk surat untuknya.

Dear Bella,
Happy Valentine's Day!
This is a small valentine gift for you.
You must be curious about who sent you this gift.
For you, maybe I'm a nobody. Just an ordinary friend that you don't really care about.
But for me, you are someone that matters. Since I know you, my life has changed.
I don't know why and I don't know how to describe it.
From the first time I saw you in my cellphone, I was still alright.
After I had some conversation with you, I had this indescribable feeling.
Even I don't know why I'm writing this letter to you too.

Okay, maybe you want to know why I don't tell you who I am.
It's because I'm afraid you won't accept this present.
I'm afraid you will reject this present if you know who I am and it will broke my heart.
So please just accept this small gift.
I don't expect any feedback from you. But, if you don't mind, please do something for me.
It isn't a big thing. Just wear this present and post it on your instagram. And I will be very happy. :)

Happy Valentine's Day!



Your sincerely,
Your Secret Admirer


Dan pertanyaan selanjutnya adalah kenapa aku mau memberikan sesuatu secara anonim?
Sampai sekarang aku juga tidak tahu apa jawabannya. Mungkin memang benar apa yang orang2 katakan.
Jatuh cinta itu memang membuat kamu menjadi bodoh..

Shinchan_
02-07-2017, 10:39 PM
Beberapa hari setelah postingan diatas, saya membeli sebuah jam tangan untuk Bella.
Harganya bisa untuk makan nasi bungkus selama sebulan.
Dengan bantuan dari teman baiknya yang juga teman se-gank gw di kuliah dulu, gw pilih sebuah jam tangan merk Foss*l.
Sebuah jam tangan stainless steel dengan taburan intan-intan kecil di sekeliling jamnya.
Valentine's Day masih jauh memang. Tapi hati ini sudah mantap untuk hal ini.

Selama bulan Januari 2017, komunikasi kami semakin intens.
Diawali dengan 'modus' gw yang mengorder sebuah produk dari toko dia, kami mulai sering berkomunikasi.
Dimulai dengan ucapan 'Good Morning' di pagi hari berlanjut sampai 'Good Nite' di malam hari.
Semakin hari gw semakin tertarik dengan wanita ini.
Dia bisa membalas candaan gw, dia bisa menjadi teman diskusi dalam banyak hal, dia bisa memberi saran2 untuk gw.

Dan di pertengahan bulan Januari, gw kembali ke Medan untuk mengurus urusan perusahaan.
Gw sengaja mencuri waktu untuk berkunjung ke toko dia.
'Boss, saya mau ketemu cewek yang mau saya deketin'
'Ohh.. Oke. Pergi lah. Jam 6 sore harus sudah sampai hotel ya.'
Dengan perasaan gugup, gw memacu mobil ke tokonya.
Sumpah.. Gw udah lama gak merasakan perasaan seperti ini. Udah lama banget.
Setelah menyusuri jalan2 di Medan yang semakin macet selama 40 menit, gw pun sampai di toko Bella.
Dengan menahan rasa gugup dan exciting, gw masuk ke dalam tokonya.
Mama Bella juga sedang menemaninya menjaga toko.
Belum sampai 5 menit saya duduk, ada customer yang datang ke tokonya.
Alhasil, saya pun mengobrol cukup banyak dengan mamanya selama hampir 30 menit.
Dimulai dari obrolan tentang kehidupan di Medan sampai gw bercerita ttg sedikit profil gw ke mamanya. Promosi dikit lah. :))
Hmm.. Mamanya asik diajak ngobrol sih.

Sampai customernya keluar dari toko, saya pun mulai mengobrol dengan Bella.
Untuk pertama kalinya gw melihatnya secara langsung dan menatap matanya.
Tingginya sekitar 158cm, berkulit putih mulus, langsing, matanya sipit, alisnya kepanjangan, giginya berbehel.
Jika dilihat secara fisik, Bella biasa2 aja. Tidak spesial. Tapi bagi gw, dia spesial.
Kami mengobrol selama hampir 90 menit dan harus diakhiri karena gw harus balik ke hotel.

Sesampainya di hotel, si boss nanya,
'Gimana? Lancar?'
'Lancar boss. Memang saya merasa klop ngobrol sama dia.'
'Ohh.. Bagus lah. Lanjutkan saja.'

Shinchan_
03-07-2017, 12:24 AM
February 2017

Valentine's Day Madness

Komunikasi gw dengan Bella sedikit 'macet' ketika menjelang Hari Raya Imlek.
Komunikasi yang intens terhenti dan bisa dibilang menurun cukup signifikan.
Gw ga tau kenapa tapi gw tetap berusaha buat menjalin komunikasi dengannya.
Mungkin karena dia sibuk dengan persiapan menyambut hari besar ini.
Tapi karena gw dengan konsisten berusaha berkomunikasi dengannya, akhirnya seminggu setelah Imlek, komunikasi kami mulai intens kembali.
Semakin hari gw semakin berani nunjukin ketertarikan gw ke dia.
Gw ajak dia dinner bareng kalo gw lagi di Medan. Dan dia menolak dengan alasan cuman mau dinner bareng dengan calon suami aja.
Gw bilang ke dia kalo niat gw serius dan dia bales dengan 'let's see where the fate take us'. Aww..

Dan, Valentine's Day pun semakin dekat.
Rencana yang udah gw susun dari jauh2 hari akan dieksekusi dalam beberapa hari ini.
Karena gw gak mau Bella tau gw kasih jam tangan ke dia, gw sengaja membeli 1 box chocolate valentine.
Gw kirimin coklat ini dengan tulis nama gw di nama pengirim.
Dan besoknya gw kirim jam tangannya dengan anonim. Cuman tulis 'Your Secret Admirer' di kolom nama pengirim.
Gw juga selipkan 1 buah surat cinta yang gw tulis sendiri.
https://s22.postimg.org/5jncookn1/PDRixay.jpg (http://i.imgur.com/PDRixay.jpg)

Di hari-h, gw deg2an juga. What if ....? What if ....?
Tidak ada apa2 di hari itu. Cuman ucapan terima kasih atas coklat yang gw kirimin.
Keesokan harinya, di sore hari, Bella tiba2 bilang 'I wanna ask something and please be honest.'.
Jreng jreng..
Gw sengaja gak baca chat dia dan gw biarin selama 1 jam lebih sampai akhirnya gw bales 'okay. shoot me.'
'Did you send me something besides the chocolate?'
'Yeah.. I did. I sent wishes and prays.'
'I knew it! Don't lie! Your secret admire? From Pl***(nama daerah gw)? Resinya ada tulis Pl***!.'
Damn it..
Udah ketahuan. Terpaksa gw jujur.
Me : I don't want you to know this present is from me. And you don't need to know.
B : But I knew it.
Me : Well, I'm screwed up.
B : Why you give me this expensive present? For just an ordinary friend like me.
Me : You knew it why too. Don't ask something you already know.
B : Don't buy me anymore! I'm just a friend to you.
Me : Okay, I'll try my best..
Intinya dia ga mau dikasih lagi hadiah apapun dari gw. Tapi gpp. Yang penting dia terima dan ga dikembaliin.

Well, di bulan ini hubungan gw dengan Bella semakin dekat.
Walaupun cuma sebatas chat tapi semakin intens. Dan gw pun semakin tertarik padanya.
Sohib gw, Dika, yang selalu menjadi tempat curhat gw pun ikut senang dengan kemajuan ini.
Gw sering ceritain tentang Bella ke dia.
Me : Dik, heran yah. Bella ga cakep2 amat. Malah bisa dibilang biasa aja. Kok gw bisa kesengsem gini yah?
Dika : Personality-nya bro. Kayaknya elu udah temuin your other half deh. Bella memang oke banget personality-nya. Lu ga salah pilih.
Me : Iya sih. Setelah sekian lama, baru kali ini gw bener2 ngerasain jatuh cinta lagi..
Dika : F*ck! Gara2 Bella, gw ga bisa denger cerita2 kehidupan hedon lu lagi.
Me : Bukannya lebih bagus begitu? Hahahaha.
Dika : Iya juga sih. Kejar aja terus. Worth it kok dia diperjuangkan.

Shinchan_
03-07-2017, 01:02 AM
March 2017

The Upside Down


Hubungan kami semakin hari semakin dekat.
Bella sudah mulai sering chat gw duluan. Dan yang penting, komunikasi kami hidup banget.
Kami juga menjadi lebih saling mengenal dan ada kalanya gw bahas tentang hubungan gw dengan dia.
Apa aja yang harus dilakukan untuk meyakinkan dia supaya hubungan ini bisa berlanjut ke tahap selanjutnya.
Apa aja yang menjadi kekhawatiran dia.
Dan ini sepenggal chat history kami.
[LINE] Chat with Bella.txt
07 March 2017

22:46 Shinchan_ : Sebutkan 2 what-ifs secara singkat dan padat.
22:46 Shinchan_ : (Point 20)
22:47 Bella : Blm kepikiran sih
22:47 Bella : Kdg sambil chat bs sambil muncul itu
22:47 Shinchan_ : Sticker
22:47 Bella : The first real what if is distance
22:48 Bella : The 2nd is financial safety. Works. Fixed income. A (home) and a (car)
22:48 Bella : The rest can come along and will be fixed
22:48 Bella : Sticker
22:48 Shinchan_ : Itu nama ny mencari2 alasan
22:49 Shinchan_ : Sticker
22:49 Bella : Your personality n attitude is okay alr. Can be accepted alr
22:49 Bella : If i come out wif many what ifs.later you will be bored. Trust me
22:49 Bella : Itu aja yg penting
22:49 Bella : Wkkwkwkwkwk
22:50 Shinchan_ : Justru I want to know so I can think and solved it
22:51 Shinchan_ : Distance is still a major problem? Even there's a solution? Walaupun agak mahal?
22:51 Bella : Good in personality n attitude. Good in fin safety . Isnt it enough??
22:51 Bella : The rest what if also terkait wif what if number 2 about works . What if no longer working.
22:51 Bella : Thinkimg too far
22:51 Bella : Iya distance sbnrny major problem sih wkkwkwwk
22:52 Bella : I dun get it how married ppl separated by distance
22:52 Bella : Only twice a month meeting each other
22:52 Bella : Sticker
22:52 Shinchan_ : No longer working? I just signed a contract for 3 years. And jobless? You've gone too far.
22:52 Bella : Yes im thinking too far. Thats why
22:52 Bella : Sticker
22:53 Bella : But that one hopefully i have solution . As long as ga berfoya2. I can think about another solution
22:53 Bella : But hopefully still working on. And that solution will also work at the same time.
22:53 Shinchan_ : Yang penting, bagaimanapun susahnya ke depan nanti, aku gak bakalan nyusahin kamu.
22:53 Bella : That must be the best story
22:54 Bella : Sticker
22:54 Shinchan_ : If we are talking about too far matters
22:54 Bella : Hopefully not that susah. Everything will run smoothly as we planned.
22:55 Bella : We will be stucked at this step
22:55 Bella : Right?
22:55 Bella : Wmkwkwkw thinking too far like that ...stucked at the firsy step
22:55 Shinchan_ : Aku sering liat orang udah berumahtangga tp separated by distance for a better future.
22:56 Bella : You know hopeng Bella : yg tadi km chat
22:56 Bella : Br2 ini temennya
22:56 Bella : Sepasnag suami istri
22:56 Bella : Anakny br umur setaun
22:56 Bella : They left the kids to theirparents.
22:56 Bella : They will start working in korea in few days
22:56 Bella : Mmg its good. Its solutiom to their financial things
22:56 Bella : But klo dipkr2 kmbali kssian anaknya
22:57 Bella : Sticker
22:57 Shinchan_ : My best friend is at cambodia now
22:57 Shinchan_ : Tinggalin anak istri ny
22:57 Bella : Just because.... just because....... (huff)
22:57 Shinchan_ : Kasian memang. Tp lebih kasian klo anak ny gak dapet kehidupan yg lebih baik.
22:57 Bella : Ya lo... thats true
22:57 Bella : Thats the point
22:58 Bella : Sblm nikah hrs ad keamanan
22:58 Bella : Bgmnpun klo tgl nyari biaya sehari2 ga susah lah
22:58 Shinchan_ : Safety before marriage can assured safety after marriage?
22:59 Bella : Cannot
22:59 Bella : But still safer
22:59 Bella : Yg ptng they know how to manage
22:59 Bella : Rather than not safe in the beginning
22:59 Shinchan_ : You can't predict future
23:00 Bella : When the kids arrived. Everything is hard
23:00 Bella : Iy mmg btl
23:00 Bella : Sometimes the future ga sama dgn our plan
23:00 Bella : May be better. Maybe worse
23:00 Bella : Depends on condition.
23:00 Bella : Depends on effort
23:00 Bella : Depends on luck
23:01 Bella : But safety di awal itu jauh lebi tenang... yg pntng sehat. Tgl make money
23:01 Bella : Its according to me sih
23:01 Bella : Krn when you wake up. Expenses come. Money is not important. But it does matter for living
23:01 Bella : Your turn. Explain!
23:01 Shinchan_ : Bilang lah amit2 aku sial (semoga ga terjadi). My mom won't let her grandchild hidup susah.
23:02 Shinchan_ : Memang bukan tipe aku utk berharap pd ortu
23:02 Shinchan_ : But if I have childreb
23:02 Shinchan_ : Aku udah ga ada jalan
23:02 Shinchan_ : Mau ga mau ya harus begitu
23:02 Bella : Sticker
23:02 Shinchan_ : If we're talking too far story ya
23:03 Shinchan_ : Itu yg terburuk deh
23:03 Shinchan_ : Jgn sampe kejadian. Amit2 banget. Ga enak hati bayangin ny.
23:03 Bella : Sticker
23:03 Bella : Jgn dibayangin
23:03 Bella : Cukup you do your best.
23:03 Shinchan_ : Jadi ga enak hati
23:03 Bella : I do my best
23:03 Bella : Sticker
23:04 Bella : And dont expect too much
23:04 Bella : "Klo jodoh ga larixkemana"
23:04 Bella : Sticker
23:04 Bella : Hopefully sih life is not that bad lah...
23:05 Shinchan_ : Are you not ready to take the next step of your life?
23:05 Shinchan_ : Sticker
23:05 Bella : Dr kecil i dun really know bgmn hidup susah .. jd aky agak ngeri bygin klo nanti anakku yg susah kan kasian
23:05 Bella : Sticker
23:05 Bella : If its only me... i can i can aja kan.
23:06 Bella : Im ready. But i need a safe first step
23:06 Bella : Klo ud ampe safe first step not goin as planned. Then i can called it luck is not very good
23:06 Bella : But as i know. As ppl make efforts,luck will surely come along
23:08 Shinchan_ : You've thinking too negative. Not thinking too far.
23:08 Bella : Ya lo. Sometimes . You have to think the worse case can happened.
23:08 Bella : Life is not flat soalnya
23:09 Bella : If getting married aja easy....
23:09 Bella : Tgl get married ....
23:09 Shinchan_ : Memang bener life is not flat. But life is not bitter and bitter everyday
23:09 Bella : Building a household?
23:09 Bella : Thats true....
23:10 Bella : Of course not getting bitter.cklo kerjaan tetap it will be sweeter and sweeter
23:10 Bella : If our source of income blm pasti kan gawat..
23:11 Bella : Apa2 smua mau pake uwang
23:11 Shinchan_ : That's why I sebut angka kemarin
23:11 Bella : Ya ... do your best first
23:12 Shinchan_ : Dan sebrengsek2ny si boss, when it comes to family, dia gak bakalan tega.
23:13 Bella : Its good
23:13 Bella : I also pray that his company is runnimg very well
23:13 Bella : So that director can achieve his goals too
23:14 Shinchan_ : Yg penting no major problem aja director ny pasti aman.
23:15 Shinchan_ : Sticker
23:16 Bella : Sticker
23:16 Shinchan_ : Go to your bed!
23:16 Bella : Quick questioning session
23:16 Shinchan_ : It's time
23:16 Bella : Is too heavy
23:16 Bella : Sticker
23:16 Shinchan_ : You made it heavy
23:16 Shinchan_ : Wkwkwkwk
23:16 Bella : Dont question me anymore
23:16 Bella : Sticker
23:16 Shinchan_ : Sticker
23:17 Shinchan_ : I'll question you until have kepastian
23:17 Shinchan_ : Sticker
23:17 Bella : I will give my kepastian as long as thats kepastian for me too
23:17 Bella : Sticker
23:18 Bella : Just do the best. Let God dothe rest
23:18 Bella : If its meant to be. It will be
23:19 Shinchan_ : Ya lo. I just do my best, you do your thinking and let's see where it is going.
23:19 Bella : If we are fated. Maybe until that time when you have kepastian for me alr. Im still sngle and not taken. You have the chance
23:19 Bella : If we r not fated. Maybe until the time you have kepastiam hidup alr. You r sick of me already wkwkwkkwkw you are bored alr.
23:19 Bella : Sticker
23:20 Bella : Let see where the fate takesss
23:20 Bella : Agree?
23:20 Shinchan_ : I'm still not sure what's kepastian do you want
23:20 Shinchan_ : Sticker
23:20 Bella : The what if lohhh hadoh
23:20 Bella : Oh lord
23:20 Shinchan_ : Complicated
23:20 Bella : Enough!
23:20 Bella : Sticker
23:21 Shinchan_ : Aku ngerti
23:21 Bella : The safety ...
23:21 Bella : When you think its safe to build a household
23:21 Bella : Dont just go wif feeling dan yakin smua bisa wkkwkw
23:22 Bella : The real thing as first step is important
23:22 Shinchan_ : I will go to medan twice a month. Until get your kepastian. That's for sure in a while.
23:22 Shinchan_ : Sticker
23:22 Bella : Just say that youre agree la wif the one i said let see where the fate takes... so i can sleep
23:23 Shinchan_ : Hahahahahaha
23:23 Bella : Twice a month wont give kepastian...
23:23 Bella : Sticker
23:23 Shinchan_ : Won't give but can show you
23:23 Bella : Show off. Pamer!
23:23 Bella : Sticker
23:23 Bella : Can isleep?
23:23 Shinchan_ : Dasar Belly!
23:23 Bella : Sticker
23:23 Shinchan_ : Sticker
23:23 Bella : This man is so annoying!
23:24 Shinchan_ : Negatip melulu
23:24 Bella : Mau tidur pun ga bisa
23:24 Bella : Sticker
23:24 Shinchan_ : Ya udah. Besok sambung
23:24 Shinchan_ : Siang2 aku ungkit lg ini
23:24 Bella : Wadooo bsk sambung??
23:24 Shinchan_ : Sticker
23:24 Bella : Sambung questioning
23:24 Bella : Mau kena maki?
23:24 Bella : Sticker
23:24 Bella : Good nait!!!!
23:24 Bella : Sticker
23:24 Shinchan_ : Go to sleep lah!
23:24 Shinchan_ : Nite Belly!

Ya, masalah klasik. Masalah yang sudah gw pikirin sejak awal gw mulai pdkt dengan Bella.
Soal jarak dan penghasilan. Dan gw terus memutar otak untuk mencari solusi terbaik.
Bella juga tau gw berusaha untuk mencari solusi yang terbaik. Dan dia masih memberi gw kesempatan.

Pertengahan bulan Maret 2017, gw ditugasin ke luar kota untuk menghadiri persidangan kasus yg melibatkan perusahaan.
Inilah yang membuat penghasilan gw belum bisa maksimal. Ditambah lagi gw lagi KPR.
Dan jika putusan pengadilan menguntungkan perusahaan, seharusnya penghasilan gw bisa normal kembali.
Gw bilang ke Bella, kalo putusan pengadilan menguntungkan perusahaan, gw bakal langsung terbang ke Medan.
Gw bakal nyatain keseriusan gw terhadap dia ke mamanya.

Akhirnya kabar baik dari pengadilan pun datang.
Putusan pengadilan menguntungkan perusahaan.
Dan gw langsung minta ijin ke boss gw utk terbang ke Medan.
Gw sampaikan ke boss kalo gw mau ketemu mamanya Bella.
Boss gw pun setuju karena dari dulu dia selalu mendorong gw untuk cepat2 berkeluarga.
Dulunya gw selalu bilang belum ada target dan penghasilan gw belom stabil.
Gw langsung minta kenaikan salary ke si boss.
Boss : lu mau berapa?
Gw : xx juta boss
Boss : oke. deal.

Gw pun langsung kabarin ke Bella kalo gw mau ke Medan dan deal gw dengan si boss.
Bella yang mendengar kabar itu pun kaget karena gw serius ke Medan untuk bicara dengan mamanya.
Walaupun dia selalu nyuruh gw utk tidak usah ke Medan, gw tau dia senang dengan kabar ini.
Bella ingetin gw soal boss gw yang sering berubah pikiran. Ya, Bella banyak tau ttg sifat2 orang yg ada di sekitar gw karena gw sering ceritain apa yg terjadi dalam hari2 gw.
Tapi gw tetap ngotot. Dengan alasan, putusan pengadilan seharusnya udah bisa bikin keuangan perusahaan jadi stabil dan tak ada gangguan finansial yang berarti lagi dari para 'penegak hukum'. Otomatis penghasilan gw juga bakal stabil.

Dan keesokan harinya pun gw mendarat di Medan.
Sorenya, gw langsung ke toko Bella. Mama dan adik Bella juga di toko.
Gw mau bicara ke mamanya tapi situasi ga mendukung.
Pas liat gw dateng, mamanya seperti biasa. Langsung ke belakang ninggalin kami berdua di depan.
Ya udah gpp. Gw di Medan jg masih beberapa hari lagi. Masih ada kesempatan.
Pertemuan kali ini masih seperti biasa. Ngobrol ngalor ngidul sampai sudah waktunya tutup toko, gw pun pulang.
Ya, masih ga bisa ajak Bella dinner. Jadi langsung pulang. :(

Besoknya gw pulang ke kampung halaman gw untuk ziarah ke kuburan leluhur yang udah jadi tradisi sejak zaman dahulu kala.
Boss gw yang notabene ipar gw juga ikut ziarah di kampung halaman.
Gw berencana setelah ziarah kuburan dan menjelang keberangkatan gw ke Jakarta, gw niatin untuk harus bicara dgn mama Bella.
Tapi rencana tinggal rencana.
Di dalam perjalanan dari kampung halaman ke Medan, gw semobil dengan boss gw.
Boss : jadi gimana ama cewe di Medan itu? Udah jadian belom?
Gw : belom boss. Dia masih ragu krna penghasilan saya belom stabil.
Boss : lu belum bisa dapet gaji kayak yg kemarin lu minta. level lu masih belum pantas. kalo dia mau kepastian kayak gitu, suruh dia nikah sama Tuhan aja!
DUERRR..
Emosi gw langsung naik. Tapi tetap gw tahan.
Setelah berdebat beberapa menit dengan boss, gw pun memilih utk diam.
Karena boss gw memang jago dalam berdebat. Gak ada gunanya debat sama dia.

Sesampainya gw di Medan, gw langsung ceritain ke Bella ttg pembicaraan gw dengan si boss di mobil tadi.
Dan keliatannya Bella cukup kecewa dengan apa yg gw ceritain ke dia.
Seperti biasa, dia tidak menampakkan kekecewaannya. Tapi gw mengerti isi hatinya. (gw memang bisa ngerti pikiran dia sampai dia jg kadang kaget kenapa gw bisa tau apa yg dia pikirin.)
Dalam 3 hari kemudian, pikiran gw bener2 sumpek dan penat. Stress banget mikirinnya. Kecewa, marah, sedih melebur jadi satu.
Sejak gw ceritain ttg hal itu, Bella mulai menjauh dr gw. Komunikasi kami menjadi dingin.
I know I'm losing her since I told her the story about my conversation with my boss..

And then, gw balik Jakarta tanpa sempat bicara dengan mama Bella.
Gw merasa ga bisa fulfill kemauan Bella yang ingin kepastian dan keamanan finansial.
Itu juga yg mengurungkan niat gw untuk bicara dengan mama Bella.
Gw ngerti kenapa Bella kuatirkan soal jarak dan keamanan finansial.
Bella harus menanggung biaya hidup mama dan adiknya. Dan penghasilan dia dari tokonya juga tidak bisa dibilang berlebihan. Jika misalkan dia nerima gw dan finansial gw ga kuat, gimana bisa membina rumah tangga yang baik? As she said, 'bangun pagi, buka mata, sudah ada expense. Belum lagi nanti kalo uda punya anak.'. I can't agree more.

Dan setelah Bella diemin gw selama 3 hari, (walaupun setiap hari gw ucapin good morning dan good night setiap hari), Bella chat gw..
[LINE]Chat with Bella.txt

20 March 2017
10:23 Shinchan_ Morning
10:23 Shinchan_ Sticker
11:34 Bella Yes morning too
11:39 Bella Btw i have been thinking this few days. And i think im going to tell you now Shinchan_. I think i would not go further than a friend wif you. So i dont want to waste your time as well
12:15 Shinchan_ Okay.
12:15 Shinchan_ Sticker
12:16 Shinchan_ Could you tell me what's the reason?
12:21 Bella I think that you shud focus on your career first. Its better that way.
12:21 Bella And also about distance i think i cant accept the distance
12:22 Bella The distance wouldnt work for me��
12:40 Shinchan_ Well, I got it.
12:45 Shinchan_ You already made up your mind and take a decision. Nothing I can say anymore but I'm sorry I can't be the best for you.
12:46 Shinchan_ But you know this tusilang. Won't give up so easily.
12:46 Shinchan_ Sticker
12:52 Bella Ya i hope that your career will get better. Thats all la. Haha

Goodbye, Bella..
When my situation is better, I will looking for you again.
Thank you for everything. I miss you so much.

Shinchan_
06-11-2017, 01:34 PM
May 2017

2 bulan telah terlewati tanpa ada komunikasi dengan Bella.
Jujur, gw masih belom bisa move on. Gw masih sering mikirin dia.
Bahkan nama dia masih sering terselip di dalam doa gw (sampai sekarang).
Well, life must go on lah..




June 2017

3 minggu yang lalu, gw diajak si boss ketemu dengan teman2nya di sebuah komplek perumahan yang salah satu penghuninya adalah 'si penista agama'.
Tempat berkumpul si boss dan teman2nya adalah sebuah tempat dimana om2 dan tante2 berkaraoke ria.
Tiba2 temen si boss, sebut aja om Y, nanya ke gw, 'Shinchan_, udah berkeluarga belom?'
Gw jawab dengan gelengan kepala, kemudian disusul lagi 'pacar?', kembali gw jawab dengan gelengan kepala.
Om Y : gw ada anak temen nih. belom punya pacar juga. mau kenalan ga?
Gw : boleh om.. *sambilnyengir
Om Y perliatkan foto si cewe. Hmm.. Cakep sih.
'Kalo keluarganya sih udah oke banget. Kaya banget keluarganya.'
Dengar kata2 itu buat gw jadi rada males. Gw sadar diri lah. Terakhir ditolak cewe aja krna masalah finansial.
'Mau dikenalin ga?'
'boleh om..'
'Ya udah.. Kirimin foto2 lu dulu. Ntar gw kirim ke si cew..'

Seminggu kemudian, om Y WA gw. Katanya si cewe setuju mau kenalan.
Ehh buset.. Kirain udah ga bakalan berlanjut lagi cerita seminggu yang lalu.
Dengan semangat om Y suruh gw bawa keluar makan malam bareng ama si cew.
Karena semangat dr om Y, gw beranikan langsung ajak meet up.
Krna si cew bilang lagi ada acara, ya udah batal dehh.
Tp si cew bilang 'next week aja.'

Seminggu kemudian, tidak ada komunikasi yg intens antara gw dgn si cew.
Tp tiba2 si cew WA gw, 'r u free tonight?'.
Serrr.. Si cew ini nepatin janjinya.
Gw jd sedikit terkesan dgn cew ini.
Gw iyakan ajakan dia.
'Can u pick me up at 7pm?'
'With pleasure.. Wait, give me your address'
'Medit****** PIK Blok**/**'

Buseettt..
Ini mah komplek perumahan konglomerat!
Tanah harga 40-50jt/m3.
Rasa minder menyelimuti seluruh badan gw.
Ya sudahlah. Jalanin aja dulu.
Lagipula udah gw iyakan td. Masa cew itu uda bener2 nepatin janjinya, gw batalin?

Akhirnya jam 18.45 gw jalan dari rumah menuju kompleknya.
Deretan rumah mewah berjejer dengan rapi.
Akhirnya sampai juga di rumahnya.
Gw WA, ga dibaca, gw telp, ga nyambung.
Apa mungkin ini cuma php?

TIDAK! Tiba2 dia mengetuk kaca mobil gw.
Dan dia cantik.. CANTIK..
Gw jadi teringat tontonan gw semalam di youtube.
Gw nonton America's Got Talent, yang scene Taylor Williamson pacaran sama Heidi Klum.
Taylor said 'She's out of my league but it's okay bcoz we have friends who are having the same thing too (they showed the photos of Mariah Carey and Nick Cannon).'

Yeah, she's definitely out of my league!
But the date was went well. Although There was 25% silence.
When we were going home, I asked her, 'Can I meet you again?'.
She replied, 'When?'
'Whenever you want'
'Okay, I'll let you know..'

OMG.. Ya Lord. Inikah jalanmu untukku? Atau ini adalah contoh/pelajaran untukku supaya lebih sadar diri dalam memilih pasangan?
Atau ini jalan untuk melupakan Bella?





PS. She said I'm handsome. Twice..
Really?? Are you f*cking with me??