Results 1 to 2 of 2

Thread: [REVIEW] Tate no Yuusha no Nariagari

  1. #1
    GreenScene's Avatar
    User ID
    178323
    Join Date
    June 24th, 2017
    Posts
    3,515
    Thanks
    132

    Mentioned
    3 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Writer at GreenScene, Kincir,
    KapanLagi and Duniaku

     

    Rep Power
    2852

    [REVIEW] Tate no Yuusha no Nariagari


    Tate no Yuusha no Nariagari atau The Rising of the Shield Hero mungkin adalah salah satu anime isekai paling sukses tahun ini. Dengan pakem terjebak di isekai yang diusung, Tate no Yuusha no Nariagari cukup banyak menarik perhatian banyak penikmat anime. Terlebih arc di episode awal yang dapat dikatakan berhasil dieksekusi dengan baik. Meskipun tentu ada saja terkadang bagian yang dapat menimbulkan kekecewaan pada anime ini dan mungkin akan membuat sebagian orang mengurungkan niat untuk menonton keseluruhan musim pertama animenya, tetapi kata kunci untuk menonton Tate no Yuusha justru ‘don’t judge a book, when you haven’t finish it yet’.

    Tate no Yuusha no Nariagari bercerita tentang seorang otaku rumahan bernama Naofumi Iwatani yang telah dipanggil ke dunia isekai dan terpilih menjadi salah satu dari empat ksatria yang harus melindungi kerajaan Melromarc.

    Sayangnya, Naofumi terpilih menjadi ksatria tameng. Bahkan karena suatu sistem di dunia isekai tersebut, Naofumi tidak bisa menggunakan senjata apa pun selain tameng yang menempel di tangannya. Hal ini mengharuskan dia untuk bergantung pada teman party-nya.


    Tidak berjalan dengan mulus, anggota party pertama Naofumi, Mein Sophia, justru menghianatinya dan membuat Naofumi menjadi ksatria yang paling dibenci seantero negeri, termasuk oleh tiga ksatria yang lain. Naofumi mulai kehilangan kepercayaan pada ketulusan seseorang. Tetapi di saat yang bersamaan dia pun butuh bantuan orang lain untuk bertahan hidup di dunia itu. Berawal dari kehancurannya itu, Naofumi akhirnya bertemu dengan Rapthalia, seorang gadis setengah rakun yang dia beli dari pedagang budak. Rapthalia pun menjadi gerbang Naofumi untuk kembali percaya pada ketulusan seseorang.

    Don’t judge a book,when you haven’t finish it yet.

    Pada beberapa episode awal, Tate no Yuusha no Nariagari sukses mengeksekusi ide dan makna ceritanya dengan cukup intens. Hal ini memberikan visi yang cukup tentang apa yang mungkin terjadi di episode yang akan datang kepada para penontonnya. Meskipun ada kekurangan pada penjabaran motif utama antagonis pada arc awal yang cukup membingungkan.

    Sayangnya, latar belakang Mein Sophia, antagonis utama pada arc awal tersebut, sedikit banyaknya tidak dapat menjelaskan dengan baik kenapa Mein ingin melakukan tindakan tidak terpuji pada Naofumi. Menghianati Naofumi, memfitnah dan bahkan mengambil keuntungan secara materil di saat Mein sendiri adalah seorang putri raja Melromarc.


    Setelah arc awal itu selesai, intensitas cerita yang dihadirkan justru turun. Cerita yang berjalan jadi kehilangan arah sampai menghabiskan kurang lebih dua per tiga cour pertama anime ini. Dan motif Mein sendiri pada paruh tersebut tetap tidak dapat dimengerti dengan baik

    Jika sudah sampai pada bagian ini, mungkin saja anime ini menjadi berkurang keseruannya, bahkan menjadi membosankan. Eitsss.. tapi kata kunci untuk menonton Tate no Yuusha no Nariagari adalah “Don’t judge a book, when you haven’t finish it yet.” Meskipun mungkin juga kisah bangkitnya kekuatan terpendam di dalam diri Naofumi layaknya Naruto yang kerasukan Kyuubi terasa agak mengganggu, tapi paling tidak bersabarlah sedikit.

    Because, it’s will pay off.

    Cukup membosankan saat menonton Naofumi justru berdagang keliling negeri dengan damai, sementara hal itu tidak memberikan cukup foreshadowing untuk membuat penonton mengantisipasi kemungkinan buruk maupun baik yang akan terjadi. Naofumi juga pada arc ini banyak membersihkan sampah kegegabahan dari ketiga ksatria lain, yang terlihat tidak terlalu punya signifikansi pada perkembangan cerita secara menyeluruh. Semua jadi terasa seperti filler.

    Cerita mulai kembali menemukan ritmenya saat memasuki cour kedua. Pergantian opening dengan lagu baru dan animasi sakuga yang memanjakan mata pada sekuens tersebut, seperti memberikan sinyal bahwa ‘di sinilah saatnya semua terbayar’.


    Animasi sakuga yang banyak bermunculan bahkan benar-benar bisa memberikan tensi pertarungan yang apik. Satu hal yang sejak awal penayangan anime ini tetap konsisten adalah penggunan 3DCG yang terasa natural dan dapat menyatu dengan baik dengan gambar 2D, mulai dari Filo dalam model 3D yang menarik gerobak Naofumi sampai adegan pertarungan dengan monster dinosaurus.

    Motif dari Mein Sophia akhirnya pun mulai terkuak. Hubungan Mein dengan orang-orang Gereja Tiga Ksatria mulai terungkap. Sedikit demi sedikit, semua alasan di balik diskriminasi dan fitnah yang diarahkan pada Naofumi jelas terjabarkan.


    Naofumi kemudian bertemu dengan Fitoria, Ratu Filolial, di mana Fitoria menganjurkan Naofumi untuk menyelesaikan masalah antar Ksatria yang memiliki hubungan kurang baik, setelah kejadian pemfitnahan yang dilakukan oleh Mein. Tidak lebih dan tidak kurang karena Fitoria menganggap hal itulah yang paling penting untuk menyelamatkan dunia tempatnya tinggal itu, para Ksatria tidak mungkin bisa menyelamatkan dunia jika mereka sendiri bermusuhan.

    Alasan kenapa harus ada episode Naofumi bersih-bersih sampah akibat dari tindakan gegabah ketiga ksatria lain, tak ayal menjadi refleksi Naofumi bagaimana dia masih belum bisa memaafkan ketiga ksatria lain dan menjalankan permintaan Fitoria.


    Baik atau tidaknya, dengan Mein yang sudah mendapat ganjaran atas perbuatannya, keadaan konflik antar ksatria yang masih berlanjut ini justru menjadi rintangan agar cerita tetap menarik untuk diikuti dan tentu agar memaksa Naofumi lebih sering mengeluarkan kemampuan “Cursed Shield” layaknya kekuatan Kyuubi milik Naruto yang tersimpan dalam dirinya. Kekuatan terpendam dalam diri Naofumi Iwatani, tak ayal adalah sebuah elemen yang digunakan untuk meningkatkan enjoyment bersamaan dengan upaya ekskalasi konflik dalam ceritanya.

    Mempercayai Seseorang

    Sejak awal, anime Tate no Yuusha selalu berkutat dengan ide tentang kepercayaan. Kepercayaan pada seseorang sampai pada agama, sampai bagaimana terdapat konsekuensi dalam mempercayai seseorang. Bagaimana melindungi yang dipercayai dari dunia sampai dari ego individu Naofumi sendiri.

    Naofumi mendapat ganjarannya setelah dia mempercayai Mein tanpa pikir panjang, begitu juga ketiga Ksatria lain yang tertipu oleh fitnah yang terstruktur, masif dan sistematis.


    Kehadiran Raphtalia adalah sebuah pelarian dan jawaban bagi Naofumi. Bagaimana kesetiaan dan ketulusan seseorang tidak bisa dengan mudah dipastikan dan bagaimana supremasi tidak memberikan kontrol penuh. Perbudakan adalah jalan pintas bagi Naofumi untuk dapat mempecayai seseorang untuk berdiri di sisinya. Naofumi berusaha lari dari konsekuensi yang harus diambilnya.

    Tetapi kemudian Raphtalia menyangkal hal itu. Meski telah terlepas dari segel budaknya, Raphtalia datang dengan sebuah kepastian, bahwa masih ada orang di luar sana yang masih dapat Naofumi percayai.


    Konflik mulai terekskalasi. Saat Filo nyaris terbunuh dan akhirnya membangkitkan “Cursed Shield” dalam diri Naofumi, tak ayal kekuatan itu adalah sebuah representasi akan ego seseorang yang dapat menyakiti orang yang dia percayai.

    Naofumi tidak hanya harus melindungi orang-orang di sekitarnya dari dunia dan kejahatan di dunia tersebut, tetapi juga harus melindungi mereka dari ego dirinya sendiri. Meskipun kekuatan tersebut pada awalnya terkesan overpower, kekuatan itu ternyata juga datang bersamaan juga dengan konsekuensi akan kehilangan orang yang berarti bagi Naofumi.


    Meskipun begitu, cukup disayangkan cerita di anime ini harus berakhir saat para Ksatria bertemu dengan Ksatria dari dunia paralel lain, L’arc, Theresse, dan Glass. Konflik jadi belum bisa diselesaikan, tapi untungnya apa yang nanti akan diceritakan di musim kedua Tate no Yuusha no Nariagari menjadi cukup jelas, kalau memang akan diadaptasi kembali.

    Mungkin Tate no Yuusha no Nariagari bukanlah sebuah seri anime yang sempurna. Mungkin di pertengahan jalan terasa membosankan. Tetapi semua akan terbayar ketika mencapai akhir tujuan dengan suguhan animasi pertarungan yang lebih intens dan penjabaran cerita yang lebih jelas. Jadi pastikan anda menontonnya sampai habis.

    Animenya bisa kalian download disini

  2. The Following User Says Thank You to GreenScene For This Useful Post:


  3. # ADS
    indonesian.library@yahoo.com
    Join Date
    14.Feb.2012
    Posts
    Contact Us For Cheap Advertising
     

  4. #2



    User ID
    38801
    Join Date
    January 5th, 2013
    Posts
    68
    Thanks
    207

    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    1 Thread(s)

    Pejantan tangguh

     

    Rep Power
    56
    gue abis marathon minggu mren, emang alurnya agak lambat, tapi cukup memuaskan pas episode-episode terakhir, semoga aja ada season 2 nya, nanggung amat munculnya orang baru pas udah mau abis.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •