Tahukah kamu kalau stroke adalah pembunuh nomor satu di Indonesia? Data ini mengacu pada jurnal berjudul Indonesia Stroke Registry yang terbit di American Academy of Neurology pada 9 April 2014. Lebih lanjut, British Heart Foundation menyebut bahwa fibrilasi atrium adalah penyebab utama stroke.

Apakah itu fibrilasi atrium dan apa saja gejala yang bisa dikenali? Lantas, benarkah fibrilasi atrium bisa menyebabkan stroke? Simak jawabannya di bawah ini!

1. Umumnya, jantung berdenyut normal dan teratur


Mari kita mulai dengan mengetahui cara jantung bekerja. Pesan listrik mengendalikan jantung dalam memompa darah. Biasanya, pesan listrik dikirim secara teratur. Pesan ini akan memberitahu jantung untuk berkontraksi dan memompa darah. Jika teratur, maka denyut jantung yang dihasilkan akan normal, ungkap British Heart Foundation.

2. Namun, fibrilasi atrium membuat jantung berdetak tak beraturan


Fibrilasi atrium terjadi ketika simpul sinus mengirimkan pesan-pesan listrik yang tidak terkoordinasi. Pesan tidak teratur ini membuat atrium mengalami kedutan. Akhirnya, kita akan merasakan denyut jantung yang tidak teratur, kadang cepat, kadang lambat, jelas laman British Heart Foundation.

3. Seperti apa gejala fibrilasi atrium?


Ada beberapa gejala fibrilasi atrium yang bisa dideteksi. Antara lain adalah merasa kelelahan, sesak napas, pusing, sakit kepala ringan, sakit pada dada hingga pingsan, jelas Raffles Heart Centre. Namun, gejala utamanya adalah detak jantung yang tidak teratur. Gejala ini bisa berbeda antara satu orang dengan orang lain!

4. Apa penyebab fibrilasi atrium?


Ternyata, abnormalitas atau kerusakan struktur jantung merupakan penyebab umum fibrilasi atrium. Lebih lanjut, laman Mayo Clinic menuturkan penyebab fibrilasi atrium, antara lain tekanan darah tinggi, katup jantung yang abnormal, cacat jantung bawaan, kelenjar tiroid yang terlalu aktif, infeksi virus hingga penyakit arteri koroner.

5. Inilah faktor resiko yang memperbesar kemungkinan terkena fibrilasi atrium!


Tahukah kamu jika usia semakin tua, semakin besar risiko terkena fibrilasi atrium? Risiko juga semakin besar apabila seseorang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung bawaan lahir. Akan semakin parah jika punya kebiasaan minum alkohol, kegemukan atau penyakit kronis seperti diabetes dan masalah tiroid, terang Mayo Clinic.

6. Hati-hati, fibrilasi atrium bisa menyebabkan stroke dan gagal jantung!


Kemungkinan terburuk, fibrilasi atrium bisa menyebabkan komplikasi berupa stroke dan gagal jantung! Fibrilasi atrium mengakibatkan darah mengumpul di bilik atas jantung dan membentuk gumpalan. Gumpalan darah ini bisa menghalangi aliran darah dan menyebabkan stroke. Fibrilasi atrium juga bisa melemahkan jantung, tutur Mayo Clinic.

7. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah fibrilasi atrium


Menyadari komplikasi yang separah itu, tentunya kita ingin menghindari fibrilasi atrium. Bagaimana caranya? Bisa dilakukan dengan meningkatkan aktivitas fisik, menghindari rokok, memiliki berat badan yang sehat, membatasi kafein dan alkohol hingga mengurangi stres dan makan makanan yang sehat untuk jantung, saran laman Mayo Clinic.


Nah, itulah sekilas mengenai fibrilasi atrium, masalah jantung yang bisa menyebabkan stroke. Mari terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan!