8 Penyakit Pembunuh Balita, Hati-hati karena Gejalanya Sulit Diketahui IDFL Forum


 


Texaspoker

... ...

Results 1 to 1 of 1

Thread: 8 Penyakit Pembunuh Balita, Hati-hati karena Gejalanya Sulit Diketahui

  1. #1


    dnsmurni's Avatar
    User ID
    203210
    Join Date
    March 2nd, 2019
    Posts
    6,351
    Thanks
    3
    Thanked
    290
    Rep Power
    259

    No Status for Today

     

    8 Penyakit Pembunuh Balita, Hati-hati karena Gejalanya Sulit Diketahui


    Menurut laporan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), kematian anak-anak di bawah umur lima tahun tiap tahunnya semakin menurun. Pada 1990, angka kematian mencapai 12,6 juta nyawa, sedangkan pada 2017 angka itu mencapai 5,4 juta nyawa. Penurunan angka itu mencapai 58 persen.

    Itu hal yang bagus mengingat angka penurunannya yang sangat banyak, tapi perlu diketahui bahwa masih ada angka kematian yang terjadi. PBB melaporkan jika anak-anak yang meninggal umumnya mendapat penyakit yang seharusnya bisa ditangani, semacam diare dan malaria, dan itu rawan terjadi pada satu bulan setelah kelahiran. Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang umum menjadi pembunuh para balita.

    1. Pneumonia


    Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada saluran paru-paru. Hal ini menyebabkan adanya cairan di paru-paru yang membuat batuk, demam, hingga susah bernapas. Penyebab infeksi itu adalah bakteri, virus ataupun fungi dan organisme mikro itu bisa datang dari penyakit yang sederhana seperti flu atau hal lain macam kotoran hewan.

    2. Diare


    Diare menyebabkan penderitanya buang air besar tidak terkontrol dalam bentuk berair. Untuk bayi, diare bisa tampak ini perut yang bergerak lebih banyak dan kotoran yang terus menerus berair.

    Bisa juga kondisi bayi akan diikuti dengan demam atau tidak nafsu makan. Yang menyebabkan diare adalah antibiotik, parasit, hingga alergi susu menurut artikel di parents.com. Jika tidak segera ditangani, kematian bisa terjadi dikarenakan kekurangan cairan tubuh.

    3. Malaria


    Balita dan bayi baru lahir sangat rentan terhadap penyakit ini. Malaria disebabkan oleh virus Plasmodium falciparum yang datang dari gigitan nyamuk. Dari malaria ini, bayi akan mendapatkan anemia dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani.

    Penyakit ini lebih sering muncul di area tropis yang panas sehingga para orang tua yang tinggal di tempat tersebut perlu berjaga-jaga. Gejala pada bayi meliputi susah tidur, demam yang diikuti napas yang cepat, dan berkeringat.

    4. Cedera


    Masalah ini cukup diperhatikan oleh orang-orang. Cedera pada bayi umumnya datang dari dorongan ketika masa persalinan. Cedera yang paling umum diderita menurut msdmanuals.com adalah cedera kepala yang bisa menyebabkan keretakan pada tengkorak.

    Selain itu, penanganan persalinan yang salah juga bisa menyebabkan pendarahan otak, cedera tulang serta kerusakan saraf. Jika sudah terlalu sulit, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi Caesar.

    5. Meningitis


    Berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP) bayi di bawah dua bulan rentan terkena penyakit ini. Sebagai penyakit yang menyerang saraf, gejala pada bayi sangat sulit dikenali.

    Medicalnewstoday.com menuliskan jika meningitis pada bayi sering ditandai dengan kelelahan. Gejala lainnya yang bisa tampak adalah adanya benjolan di kepala, demam, tangan dan kaki yang dingin walaupun sudah diberikan penghangat, leher yang kaku, muntah yang susah, susah diberi makan hingga napas yang cepat.

    6. AIDS


    Balita bisa tertular virus HIV dari sejak lahir jika sang ibu sendiri menderitanya. Untuk mengetahuinya, bayi harus melalui tes HIV/AIDS terlebih dahulu sebelum berumur enam minggu. Laporan cdc.gov menuliskan jika pada 2017 di Amerika, penderita HIV kebanyakan adalah bayi dari etnis Afrika Amerika.

    7. Campak


    Campak juga merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya mudah dikenali dengan adanya ruam di kulit serta penyakit seperti flu yang menyebabkan batuk, hidung berair, demam tinggi, hingga mata merah.

    Ada pula bercak merah dengan warna biru dan putih untuk bagian tengahnya yang muncul pada mulut. Campak adalah penyakit menular sehingga bayi bisa tertular dari orang terdekatnya.

    8. Pertusis


    Alias batuk rejan. Gejalanya bisa dilihat dari hidung meler, bersin-bersin, batuk dan demam rendah. Lebih lagi kidshealth.org menuliskan bahwa bayi bisa berubah kemerahan atau keunguan ketika penyakit ini sudah masuk waktu dua minggu. Karena disebabkan bakteri, pertusis menjadi penyakit menular dan bisa ditularkan lewat air liur atau cairan hidung.

    Penyakit di daftar ini yang menyerang bayi rata-rata susah dikenali. Sebagai orang tua, sebaiknya kamu selalu peka terhadap kondisi bayimu dan jangan sampai terlambat menangani penyakit tersebut. Jika dirasa ada yang tidak beres dengan bayimu, segeralah langsung berkonsultasi ke dokter.

  2. # ADS
    indonesian.library@yahoo.com
    Join Date
    14.Feb.2012
    Posts
    Contact Us For Cheap Advertising
     

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Our Friends

Subscene | Rehmoe | Pein Akatsuki | index-subtitles | SmallEncode.com

VPS Murah | Pahe.in - 480p & 720p movie | SoundIndo | Marvel Universe | ReRips | Moxkid Movie

sharedualima | VPS Indonesia | Film Box Office | GriyaPC | er1ck9.Blog

 Hosting Indonesia | Dunia-Lebah | Robandit | movienthusiast | topgans

Kafe Download | NontonGratis | KBBI Online | enthus1ast.com | DHQmusic


Feel free to Contact Us


UNTUK PERIKLANAN HUBUNGI KAMI

 IDFL.Forum@gmail.com / PeinAkatsuki_IDFL@yahoo.com / LebahGanteng@yahoo.co.id : Email
  Erix-IDFL / PeinAkatsuki_IDFL: Skype
 
xire : LINE
  +62 818-0218-0085 / +62 822-6454-4221 / +62 881-3266-906 : Whatsapp 
  +62 818-0218-0085
: Telegram