Blitar - Seorang pelajar di Blitar tewas menjadi korban kecelakaan lalu lintas beruntun. Laka lantas yang melibatkan empat sepeda motor ini membuat korban mengalami pendarahan di kepala yang membuatnya tewas.

Ironisnya, para pengendara yang terlibat kecelakaan, tak satupun membawa SIM. Tiga diantaranya berstatus pelajar dan dua lainnya adalah karyawan swasta.

Korban yang tewas berinisial MIM (17) seorang pelajar warga Dusun Sumberjo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum. Korban mengendarai sepeda motor Honda AG 3082 RAE.

Sedangkan korban yang menderita luka ringan adalah AKN (17), pelajar warga Dusun Ringinrejo, Desa Karangrejo yang dibonceng MIM. Kemudian AR (17), pelajar warga Desa Modangan Nglegok yang naik motor Honda AG 6925 KBH.

Kemudian dua karyawan swasta terdiri dari Puguh Santoso (22), warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan/Kecamatan, Sanawatan. Puguh mengendarai Yamaha AG 2993 PN. Dan Maria Septiani (27), warga Kelurahan Tawangsari Kecamatan Garum.

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Moh Amirul Hakim menyatakan, laka lantas itu terjadi di jalan umum Desa Tawangsari Kecamatan Garum.

"Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB. Keterangan beberapa saksi mengatakan, saat kejadian sepeda motor korban melaju dari arah utata ke selatan. Lalu terjadi benturan dengan Honda AG 6925 KBH yang berjalan searah di depannya," jelas Amirul saat dikonfirmasi detikcom, Senin (2/12/2019).

Akibat benturan yang sangat keras itu, lanjutnya, sepeda motor korban terjatuh ke kanan. Saat bersamaan, melaju kencang dari arah berlawanan Yamaha AG 2993 PN dan Yamaha AG 3707 KBE, sehingga timbul benturan keras secara beruntun.

"Korban mengalami luka pada kepala selanjutnya meninggal dunia perjalananan menunju di RS. Mardi Waluyo Kota Blitar. Sedangkan korban yang luka ringan juga kami evakuasi ke rumah sakit yang sama," ungkapnya.

Selain adanya korban tewas, Amirul menambahkan kerugian materiil akibat kerusakan sepeda motor lain diperkirakan sekitar Rp 2 juta. Namun yang lebih memprihatinkan bagi aparat kepolisian, masih adanya pelajar menjadi korban laka lantas, akibat kurang sadarnya keamanan berlalu lintas.

"Sangat kami sesalkan, karena yang terlibat laka lantas ini tak satupun yang punya SIM C. Terlebih, masih juga kalangan pelajar yang jadi korban, karena rendahnya kesadaran keamanan berkendara," pungkasnya.