Gunungkidul - Polisi mengungkap temuan baru terkait kasus pencabulan yang dilakukan pembina Pramuka terhadap siswi SMP di Gunungkidul. Jumlah korbannya diduga bertambah menjadi delapan orang.

"Setelah dipelajari, patut diduga tersangka melakukan pencabulan terhadap delapan orang," kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Anak Agung Putra Dwipayana dalam jumpa pers di kantornya di Gunungkidul, Selasa (14/1/2020).

Tersangka bernama Edi Purnawan (40) melancarkan aksi bejatnya pada Desember 2019. Kasus ini terungkap setelah ada orang tua salah seorang korban yang melaporkan Edi ke polisi.

Selain menangkap Edi, polisi menyita barang bukti satu potong rok panjang warna cokelat, sepotong kemeja lengan panjang dengan bet nama korban, sepotong jilbab warna cokelat, satu buah bra, dan satu buah celana dalam warna pink.

"Tapi, dari keterangan, korban belum ada yang sampai digitukan (disetubuhi), diraba juga sementara tidak ada keterangan," imbuh Dwipayana.

Selain itu, dari keterangannya, Edi mencabuli delapan muridnya itu di sejumlah tempat berbeda pada Desember 2019 hingga Januari 2020.

"Modusnya mereka dipanggil satu per satu ke ruang guru dan perkemahan (saat kegiatan kemah di Sleman), dan saat lengah dia mencuri kesempatan mencium pipi dan bibir korbannya," ucapnya.

"Terus juga ada dua korban yang diiming-imingi uang Rp 50 ribu untuk tutup mulut, tapi tidak diterima oleh kedua korban," sambung Anak Agung.

Kepada polisi, Edi mengaku melakukan hal tersebut karena rasa kasih sayang. Selain itu, ia mengaku perbuatannya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

Atas perbuatannya, Edi disangka melanggar Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.