Bandung - Polisi masih mengumpulkan informasi dan menyelidiki soal penemuan tulang belulang orang. Kerangka manusia itu posisinya duduk di sofa rumah milik warga yang sudah tak ditempati sejak 2014.

Warga Kabupaten Bandung geger dengan ditemukannya kerangka manusia tersebut di kompleks perumahan Sukamenak Indah, Blok I 61, RT 6 RW 4, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Selasa (14/1) malam. detikcom menghimpun sejumlah fakta seputar peristiwa kerangka manusia ini.

Kerangka Manusia Ditemukan Pria Suruhan Pemilik Rumah


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengungkapkan kerangka manusia itu pertama kali ditemukan oleh pria bernama Suherman (43). Suherman ini diminta pemilik rumah untuk mengontrol dan membersihkan hunian yang lama kosong.

Berdasarkan keterangannya, Suherman mengaku, saat datang pada Selasa itu, rumput-rumput di pekarangan sudah ada yang memotong. Bahkan pekarangan sudah ditanami pohon singkong.

"Awal mula penemuan diduga tulang belulang manusia itu saat saksi (Suherman) disuruh oleh pemilik rumah saudara Johan Riana untuk mengontrol dan bersih-bersih pekarangan rumah," kata Erlangga, Rabu (15/1).

Keterangan saksi tersebut, sambung Erlangga, kaca jendela depan rumah pecah dan pintu rumah samping dalam keadaan terbuka, Biasanya pintunya terkunci rapat. "Kemudian saksi masuk ke dalam ruang keluarga dan langsung kaget menemukan di kursi sofa yang diduga kerangka tulang manusia," ujar Erlangga.

Rumah Kosong Sejak 2014


Rumah tempat penemuan kerangka manusia itu milik Johan Risman. Informasi dikumpulkan polisi, rumah tersebut bertahun-tahun dibiarkan kosong.

Setelah terungkap ada tengkorak di rumahnya berdasarkan informasi dari Suherman, Johan bergegas mendatangi lokasi. Johan sempat melihat kondisi tulang belulang manusia yang posisinya duduk di sofa.

"Saudara Johan Rismana membeli rumah tersebut pada bulan Februari tahun 2014 sudah dalam keadaan kosong dan belum pernah ditempati maupun direnovasi," tutur Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso.

Penemuan kerangka manusia itu dilaporkan ke Polsek Margahayu. Tim Inafis Polresta Bandung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kosong tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP, tidak ditemukan bercak darah di rumah itu.

Tidak Tercium Bau Mayat


Warga di area rumah penemuan kerangka manusia mengaku tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Bahkan, warga tak mencium bau mayat dari rumah kosong tersebut.

"Tidak mencium bau apa-apa, karena di situ banyak selokan kurang bersih, ya karena mungkin lebih bau selokan. Kemudian saya tanya, kalau ada bangkai banyak lalat, enggak pernah katanya," ucap Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin saat dihubungi wartawan, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu Ketua RW 4, Dadang Sudrajat, mengamini soal tidak terciumnnya bau mayat oleh tetangga sekitar. Ia menghimpun informasi ke warganya.

"Kalau menurut warga tidak bau," kata Ketua RW 4, Dadang Sudrajat.

Rambut Manusia


Polisi menyebut selain kerangka, ditemukan juga rambut manusia. Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.

"Memang melihat posisinya dia (kerangka) tuh duduk, kakinya dua-duanya ke bawah," kata Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin.

Agus melihat langsung kondisi tengkorak tersebut. Menurutnya, kerangka itu hanya menyisakan rambut.

"Karena tulang keringnya sudah copot, dari lutut, dari paha sudah copot, jarinya sudah copot, tinggal rambutnya aja," kata Agus.