Pacitan - Jalur utama Pacitan-Ponorogo sempat tertutup total. Ini menyusul longsor yang terjadi, Minggu (19/1/2020) malam. Kini akses jalan sudah terbuka untuk kendaraan. Hanya saja area sekitar lokasi belum sepenuhnya bersih.

"Lokasi di KM Sby 231-232 wilayah Jurung Carik, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo," terang Budi Hari Santoso, Kasi Jalan dan Jembatan, UPT Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU dan Binamarga Pemprov Jatim wilayah Pacitan, Senin (20/1/2020).

Sebenarnya, lanjut Budi, pembersihan material longsor sudah dilakukan sejak semalam hingga dini hari. Pihaknya menurunkan alat berat jenis Wheel Loader. Namun karena volume longsoran besar dan penerangan terbatas upaya normalisasi baru bisa dilanjutkan pagi ini.

"Ini dilanjutkan pembersihan kedua. Kalau tadi malam kan asal (kendaraan) bisa lewat dulu. Semalam pembersihan mulai jam 23.00 sampai jam 03.00 WIB dini hari. Karena memang perintah Pak Kepala Dinas harus sampai bersih hingga bahu jalan," tambah Budi.

Hingga pukul 08.30 WIB material longsoran masih menutup separuh badan jalan berasal. Runtuhan dari tebing curam di atas jalan itu terdiri dari tanah dan bongkahan batu. Arus kendaraan pun masih buka tutup. Dua anggota Satlantas Polres Pacitan tampak mengatur lalu lintas.

"Anggota tetap kita tempatkan di lokasi sampai proses pembersihan selesai dan jalur kembali normal," kata AKP Miftahul Amin, Kasatlantas Polres Pacitan dihubungi detikcom.

Meskipun nantinya pembersihan selesai dilakukan, namun Amin mengimbau pengguna jalan yang hendak menuju Pacitan dari arah Ponorogo atau sebaliknya agar tetap berhati-hati. Pasalnya, jalur provinsi sepanjang hampir 40 kilometer tersebut rawan longsor. Terutama saat musim hujan seperti saat ini.