IDFL - Seorang pria tiba-tiba lemas dan nyaris pingsan di area Pasar Tipar, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2020) siang. Pria yang berprofesi spemulung itu kemudian dievakuasi petugas medis berseragam lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Peristiwa itu dilihat langsung Kepala UPTD Pasar Pelita Djabir Ohorella. Saat kejadian situasi pasar sudah sepi.

"Sama saya dikasih air, dia minum, dikira orang gila padahal bukan dia pemulung. Saya takut dia kecapekan dan sebagainya. Kalau capek dia istirahat tapi suhunya panas katanya kepala pusing dan batuk, tubuhnya katanya sakit," kata Djabir.

Saat itu, Djabir menghubungi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, petugas tiba di lokasi dan mengevakuasi pria tersebut. "Saya telepon Dinas Kesehatan, datang saya langsung agak menjauh. Belum terdeteksi dia sakit atau apa, orangnya sudah dibawa ke RS Syamsudin lalu di deteksi apa penyakitnya," ujarnya lagi.

Djabir memastikan pria itu berprofesi sebagai pemulung, karung miliknya masih tergeletak. "Karungnya juga ada, tadi saya sempat nanya sudah makan belum. Saya tahunya memang setiap hari dia di sana. Kalau namanya saya enggak tahu, mungkin saya ke rumah sakit juga nanti buat diminta keterangan," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana membenarkan hal itu. Menurutnya penjemputan pasien yang tidak dikenal di masa pandemik memang standar petugas memakai APD.

"Setiap pandemik, pasien yang tidak dikenal standarnya (dijemput) pakai APD. Kalau dikenal, misalkan dijemputnya tidak pakai APD. Pasien tidak dikenal pasti pakai APD," kata Wahyu.

Ditanya terkait penyebab pemulung itu lemas, Wahyu mengaku belum mengetahui secara pasti. "Penyebabnya kita kurang tahu, kalau informasi sementara statusnya dia pemulung, dia warga Bojongsampora Cikembar, Kabupaten Sukabumi," pungkas Wahyu.

Sumber: Detik.