IDFL - Tim Gabungan BPBD, SAR dan relawan bencana berhasil menemukan tiga korban hanyut akibat meluapnya sungai Cianjur. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Irfan Sopyan mengatakan korban hanyut yang terakhir ditemukan ialah Dahlan (50) pada Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi ditemukannya korban ialah di Kecamatan Ciranjang dengan jarak 35 kilometer dari titik awal korban hanyut.

Untuk dua korban lainnya, yakni Oom (60) dan Cua (66) berhasil ditemukan Kamis (9/4/2020) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB dan pukul 16.30 WIB. Keduanya ditemukan hanya beberapa puluh meter dari titik hanyut.

"Semuanya sudah berhasil ditemukan. Yang dua korban kemarin sore, dan korban terakhir yakni Dahlan ditemukan tadi pagi oleh tim Retana di Ciranjang. Namun para korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Irfan saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (10/4/2020).

Menurut Irfan, lokasi ditemukannya korban terakhir tidak jauh dari lokasi penemuan korban hanyut yang terjadi beberapa hari sebelum ketiganya dilaporkan hanyut.

"Dua hari sebelumnya kan ada kejadian serupa. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban hanyut di kejadian sebelumnya. Arus sungai yang deras membuat korban terbawa hanyut sangat jauh," kata dia.

Irfan mengimbau agar warga berhati-hati dan tidak menyeberang sungai di tengah intensitas hujan yang tinggi. "Lebih baik cari jalan aman, melalui jembatan meskipun jaraknya jauh. Jangan memaksakan sebrangi sungai karena air bisa sewaktu-waktu meluap," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang warga Desa Galudra Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur hanyut terbawa arus sungai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hanyutnya ketiga orang warga terjadi sekitar pukul 14.30 Wib.

Ketika itu, ketiga warga tengah menyebrang lahan persawahan yang bersebelahan dengan sungai Cianjur. Tiba-tiba sungai meluap dan menyeret ketiganya.

Sumber: Detik.